Pendakian Gunung Slamet Maret 2008

Catatan Perjalanan

Pendakian Gunung Slamet

Maret 2008

Wanatama-Tusra Jaya

“Tapi…inilah petualangan, Aku melangkah ke dalam ruang ketidak-tahuan.

Ku sadari sepenuhnya, ada bahaya disekitarku.

Kuakui lebih merupakan bayangan ketimbang kenyataan,

dan sebuah kecintaan atas kelengangan liar di bukit-bukit sekitarku”

( Chris Benington )

 

 

Wanatama di Puncak Gunung Slamet


Gunung Slamet terletak di perbatasan Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, Banyumas, dan Brebes. Dengan posisi geografis 7°14,30′ LS dan 109°12,30′ BT serta ketinggian 3432m dpl, membuatnya merupakan gunung berapi yang tertinggi di daerah Jawa Tengah. Ada tiga jalur pendakian yaitu Jalur Bambangan, Jalur Baturaden dan Jalur Kali Wadas. Jalur Kali Wadas sudah lama ditutup dan Jalur Batu Raden juga rencananya sebentar lagi akan ditutup.

Rabu, 19 Maret 2008

Kami ber tujuh, Aku, Mas Widodo (MIN), Ari (MIN),Tomo (HO),Pak Klungsu (FIN), Rani (CP), dan Chris (SOS) berangkat dari Lapangan Parkir Trakindo Head Office pada pukul 05:30 setelah selesai melakukan pengecekan perlengkapan, sholat Subuh dan berdoa. Mobil yang kami tumpangi dengan lancar keluar dari kota Jakarta menuju Bambangan melewati kota Tegal. Tujuan kami ada empat, pertama sampai di kota Bambangan, kemudian sampai di Puncak Gn Slamet, ketiga sampai kembali di kaki Gn Slamet dan keempat sampai kembali ke Jakarta dengan selamat.

Sekitar pukul 7 pagi kami sarapan pagi di kota Cirebon dan kemudian melanjutkan perjalanan. Di kota Tegal, pukul 11:30 kami memutuskan makan siang di warung sate kambing Harjo dan membeli air minum di supermarket di depannya, kemudian di lanjutkan menuju SPBU 67 untuk sholat dan toilet. Perjalanan di lanjutkan kembali.

Pukul 4 sore kami sampai di sebuah basecamp di kaki gunung Slamet dengan disambut hujan lebat. Setelah melakukan diskusi kecil, kami memutuskan untuk memulai pendakian keesokan harinya karena hari ini kami masih dalam kondisi lelah dan hujan deras masih mengguyur Bambangan. Ibu basecamp yang cukup baik mencarikan 3 porter yang berpengalaman, dapat dipercaya, dan baik hati. Kemudian kami melakukan final packing, makan malam dan tidur.

Kamis, 20 Maret 2008

Pukul 5:30 pagi, diawali dengan berdoa, kami bertujuh dan 3 orang porter memulai pendakian menuju Gunung Slamet. Setelah melewati jalan aspal dan memasuki gerbang Gunung Slamet, kami masuk ke daerah ladang sayuran. Dari sini jalan yang kami lalui masih cenderung datar. Kami sampai di Pos 1 Pondok Payung untuk istirahat sejenak dan sarapan pagi sebelum melanjutkan ke pos 2. Pos 1 menuju Pos 2 memiliki jarak paling jauh di banding pos pos yang lain. Track mulai menanjak dan kebanyakan adalah jalan air yang sempit. Kami harus ekstra hati hati menerobos hutan lebat karena jalanan yang licin sehabis diguyur hujan semalam. Beberapa kali kami harus memanjat karena tingginya track. Setelah melewat ladang, dan hutan pinus kami mulai memasuki kawasan hutan Gn Slamet.

Pukul 8.40 kami sampai di Pos 2 Pondok Walang. Setelah beristirahat sejenak sambil menunggu kelengkapan anggota, kami melanjutkan perjalanan. Jalanan kali ini masih tetap menanjak Kabut mulai turun dan kadang kadang diselingi rintik hujan.

Perjalanan kami lanjutkan. Tanpa sadar grup kami terbagi menjadi 2, Aku, Ari dam Tomo di depan, Mas Wid,Rani,Pak Klungsu dan Chris serta seorang porter di belakang. 2 Orang porter lainnya ada di beberapa menit di depan kami. Di Pos 3 Pondok Cemara, kami berhenti sebentar. Karena grup kedua belum muncul, kami lanjutkan perjalanan. Kami rencanakan akan bertemu di pos V. Setelah melewati pos IV Samaranthu, ahirnya kami sampai di pos V Pos Samyang Rangkah.

Di Pos ini terdapat sebuah pondok,sebuah bangku dan sebuah mata air di bawahnya. Kami sampai di pos ini pukul 11:45. Hujan deras mulai mengguyur. Bebrapa menit kemudian grup ke 2 sampai di bawah siraman hujan deras.Kami memutuskan untuk menunggu hujan reda sebelum melanjutkan ke tujuan berikutnya, Pos VI Samyang Jampang.

Setelah makan siang dan hujan reda, pukul 3 siang kami melanjutkan perjalanan. Kali ini grup pertama adalah aku, Ari, Tomo dan Rani.

Tim pertama sampai di Pos VI Samyang Jampang sekitar pukul 4 sore. Pos ini merupakan pos terakhir sebelum puncak, yang dilengkapi dengan sebuah bangunan. Dari pos ini, kita dapat menikmati daerah pemukiman di bawah sana. Pepohonan besar mulai jarang dan kebanyakan adalah semak edeilweiss yang sayang belum memasuki musim bunga .Ketiga tenda telah didirikan oleh bapak porter yang telah sampai di pos ini terlebih dahulu. Hujan mulai mengguyur kembali. Grup kedua sampai beberapa kemudian di bawah guyuran hujan. Setelah menata tenda, ganti pakaian dan makan malam, kami beristirahat karena hujan cukup deras sehingga tidak memungkinkan melakukan kegiatan di luar tenda.

Jumat, 21 Maret 2008.

Pukul 5:30 pagi, kami mulai melakukan summit attack. Kali ini Pak Klungsu dan Chris tidak ikut karena tidak enak badan. Hanya berbekal baju hangat, air minum, senter dan kamera tentu saja, kami berangkat dengan ditemani seorang porter. (sayang sekali aku lupa namanya, dia adalah salah satu tim SAR Gn Slamet). Setelah melewati area vegetasi kami sampai di Pelawangan. Setelah Pelawangan ini (pintu masuk puncak Gn Slamet) lintasannya adalah berupa pasir dan batuan sedimen, tanpa di tumbuhi sebatang pohon pun. Kami harus ekstra hati hati melalui gundukan ini untuk mencapai puncak Slamet karena jalanan berpasir yang cukup curam. Kadang kadang harus memanjat atau merambat karena jalanan terlalu curam, susah untuk dipijak dan tidak ada bebatuan yang bisa dijadikan pegangan. Sangat disarankan menggunakan sepatu khusus tracking untuk melewati daerah ini.

Ari telah sampai duluan ke puncak, disusul Rani, Tomo dan Mas Wid. Aku sendiri beberapa kali hampir putus asa karena susah nya mencari pijakan dan karena sudah terlebih dulu dilanda takut akan jatuh,tetapi Alhamdulillah, aku sampai juga di puncak Gn Slamet sekitar pukul 6:30. Setelah mengucap pujian atas kebesaran Tuhan Yang Maha Esa, menikmati keindahan ciptaan-Nya, dan mengabadikan momen ini, kami turun, kembali ke pos VI pada pukul 7.00

Di Pos VI sendiri bapak bapak porter dan Chris telah menyiapkan sarapan pagi untuk kami. Nasi, sosis goreng dan sayuran kornet. Thanks Chris.

Setelah sarapan pagi, kami mulai membongkar tenda dan packing ransel.

Sekitar 09:30 Kami melanjutkan perjalanan, menuruni Gn Slamet kembali menuju Bambangan. Pak Klungsu telah turun duluan terlebih dahulu. Ari telah sampai duluan di basecamp pukul 12.15 di oleh susul Tomo. Chris sampai sekitar pukul 13: 45 setelah sebelumnya mengalami lutut kaku di daerah ladang. Rani dan saya, karena mengalami lutut kaku mulai dari pos 2, berjalan pelan pelan di temani Mas Wid, dan akhirnya….sampai juga di base camp pukul 2.15 siang.

Setelah ganti baju, packing, dan menyelesaikan administrasi dengan Ibu base camp, pukul 15.15 kami berangkat menuju kota Jakarta. Kami makan siang pukul 4 sore di Baturaden.

Sabtu, 22 Maret 2008

Kami tiba dengan selamat di lapangan parkir Trakindo, dan kemudian kembali ke kediaman masing masing.(Tri Rahayu/MIN-Wanatama Tusra Jaya)

See you at next adventure…..

About these ads

About this entry