Pendakian Gunung Ciremai Mei 2007

Kamis sore 31 Mei 2007, pukul 19:00, kami berlima, Jujuk, Mas Ari, Kang Joko, Mas Boni dan Nur berkumpul di parkir HO. Di sana sudah menunggu Mas Wid dan Pak Uye yang akan melepas kami. Setelah packing dan check perbekalan, sekitar pukul 8 kami berlima berangkat ke Kampung Rambutan dengan menumpang mobil Pak Uye yang kebetulan akan kembali ke cibubur.

Setelah di kampong rambutan, kami makan malam dan kemudian mencari tiket. Sekedar sharing pengalaman saja, kami di tawari seorang calo untuk beli tiket yang katanya ke kuningan seharga Rp.65rb perorang desebuah loket yang akhirnyabaru kami ketahui tidak ada tulisan Kuningan di papan namanya. Untung seseorang memberitahu kami bahwa bis yang akan kami tumpangi adalah bis yang akan ke Solo. Segera kami ambil kembali uang kami dan langsung menuju ke terminal Pulo Gadung.

Sesampainya di Pulo Gadung kami langsung mencari bis yang menuju Kuningan. Memang di Pulo Gadung, bis menuju Kuningan ada hamper 24 jam. Sekitar pukul 23:00 WIB , bis kami berangkat dari Pulo Gadung menuju Kuningan. Setelah beberapa jam terjebak macet di tol Cikampek, pukul 5:15 kami sampai di Kuningan. Kemudian kami mampir ke rumah saudara mas Boni di kuningan untuk beristirahat. Saya, Kang Joko dan Mas Ari sempet tidur, sedang Mas Boni dan Nur jalan jalan di sekitar rumah. 8:30, kami sarapan di rumah saudara Mas Boni. Pukul 9:00 kami berangkat menuju terminal kuningan dengan menaiki bis kota.

Sesampai di terminal, kami menaiki kendaraan pick up bak terbuka yang akan mengantar kami ke Pos pendaftaran pendakian keg n Ciremai, Pos Palutungan.

Kami sempat melihat spanduk yang bertuliskan Pendakian ke Ciremai untuk sementara di tutup. Pak Sopir kami juga membenarkan hal tersebut. Tetapi kami tetap nekat menuju Palutungan.

Sampai di Palutungan 15 menit kemudian, kami segera menuju ke warung Pak Dadang karena pos pendaftaran tutup. Menurut Pak Dadang, memang pendakian sedang di tutup karena sedang dalam proses peralihan kepemilikan dari Perhutani ke Taman Nasional, tetapi asal kami mendaki dengan hati hati, tidak apa apa.

Kami memutuskan untuk segera berangkat. 9:40 kami meninggalkan Palutungan untuk menuju pos pertama, Cigowong.

Setelah melewati beberapa rumah penduduk, sebuah kandang sapi, ladang kol, hutan pinus, hutan bersemak, 12:30 kami sampai di pos Cigowong. Pos Cigowong adalah sebuah tanah lapang yang luas, dengan sebuah sungai kecil yang jernih yang merupakan satu satunya sumber mata air di gunung ciremai. Air akan ada lagi di Goa Walet, 2 jam dari puncak ciremai, dan itupun sangat terbatas. Di sini kami beristirahat dan sholat. Setelah menyiapkan makan siang , kami segera makan dan kemudian siap siap untuk berangkat.

Pukul 14:00 kami melanjutkan kembali perjalanan ke pos pos berikutnya. Kami mulau memasuki hutan lindung yang penuh dengan semak dengan jalanan mulai menanjak.14:20 kami sampai di pos Kuta, 1575 mdpl. Dilanjutkan dengan pos Paguyangan Badak, 1800 mdpl, 5,3 km. Satu jam kemudian kami sampai di pos Arban, 2050 mdpl, 6,3 km. Pukul 17:00 kami meninggalkan Tanjakan Asoi 2200mdpl 6,9 km dan sampai di Pesanggrahan 18:00. Rencanaya kami akan beristirahat di Goa Walet, setelah melewati pos Sang Hyang Ropo dan Simpangan Apui. Pukul 21:00 kami sampai di Sanghyang Ropo, kami memutuskan untuk beristirahat karena sudah terlalu kecapekan akibat kurang tidur di malam sebelumnya. Kemudian kami membuka 2 tenda dan memasak nasi untuk makan malam.Nur yang sama sekali tidak tidur di malam sebelumnya langsung tergeletak tidur di bawah sleeping bag nya setelah sebelumnya ganti baju. Setelah makan nasi kriuk (nasi setenga matang), kami segera tidur. Sayang sekali tidak bisa menikmati bulan purnama karena kami sudah terlalu lelah, kecuali mas Ari yang sempat 3 kali mengucapkan, bulannya indah sekali. Selamat malam Gunung Ciremai.

Keesokan harinya, Sabtu 01 Juni 2007, pukul 7 pagi, kami mulai memasak dan kemudian sarapan. Setelah bersiap siap dan membongkar tenda, pukul 9:00 kami melanjutkan perjalanan, mencapai puncak ciremai. Setelah sebelumnya melewati Goa Walet dan persimpangan apui satu jam kemudian, pukul 11:30 kami mencapai puncak Gunung Ciremai. Cuaca cukup cerah, hanya ada kabut yang tipis dan angin yang berhembus kencang. Setelah menikmati pemandangan dari puncak Ciremai dan sebuah lubang kawah besar di puncak ciremai yang mulai aktif kembali dan mengeluarkan bau belerang, pukul 11:30 kami kembali turun.

Setelah turunan demi turunan kami lalui, di Tanjakan Asoi 14:00 WIB, kami memutuskan beristirahat dan makan siang. Satu jam kemudian, kami kembali melanjutkan perjalanan menuju pos Arban, Paguyangan Badak dan Kuta. 17:15, rombongan pertama sampai di pos terakhir, pos Cigowong. Kami beristirahat di sini sambil sekedar membuat teh panas. Tepat pukul 19:00 malam kami melanjutkan perjalanan kembali ke Palutungan. Dengan di temani sinar bulan purnama, pelan pelan kami jalan beriringan. Kali ini kami harus benar benar berjalan pelan karena kaki Kang Joko sakit. Pukul 23:00 kami sampai di Palutugan dan memutuskan untuk beristirahat di pos pendaftaran. Setelah makan malan mie goreng instan, kami segera tidur untuk melepas lelah dan merelakskan badan.

Keesokan harinya , minggu 2 Juni 2007, pukul 6:30 kami mulai berkemas kemas. Kemudian setelah makan pagi dan mandi ala kadarnya di warung Pak Dadang, 8:30 WIB kami meninggalkan Palutungan, untuk kembali ke Jakarta. Dengan menaiki angkot kami menuju ke terminal Kuningan. Pukul 10:00 bis yang akan membawa kami kembali ke Jakarta mulai berangkat meninggalkan Kuningan, meninggalkan Palutungan, meninggalkan untuk sementara Gunung Ciremai dengan segala keindahannya. Terima kasih terutama kepada Pak Dadang, karena beliau akhirnya kami bisa mendaki gunung Ciremai dengan mantap.

16:00 kami sampai kembali di parkir Trakindo HO untuk kemudian makan siang di PSK dan kembali ke rumah masing masing 17:00 WIB.@trr


About this entry